Media Sosial Untuk Bisnis, Bagaimana Memulainya?
Media sosial bukanlah hal yang baru. Pada awal-awal era internet sudah ada yang namanya chat, forum, dan message boards. Kini ada blog, jejaring sosial seperti Facebook atau Friendster, situs-situs tempat berbagi foto dan video seperti YouTube dan Flickr, bahkan RSS (really simple syndication) – yaitu satu sistem sindikasi yang memungkinkan Anda untuk mendapatkan pemutakhiran atau artikel terbaru dari situs-situs favorit pilihan Anda secara otomatis.
Kini kita bicara atau berkomunikasi satu sama lain lewat dinding Facebook dan berceloteh tentang segala kegiatan kita lewat Twitter. Peranan situs tidak lagi sehebat dulu karena mesin pencari macam Google lebih suka blog yang ditandai dengan baik (well-tagged blog) dari pada URL sebuah situs.
Dulu, kegiatan media sosial sama sekali tidak dilirik oleh dunia usaha. Namun sejak perusahaan komputer DELL berhasil mengintegrasikan media sosial ke dalam kegiatan komunikasi pemasarannya, peranan media sosial meningkat menjadi perangkat pemasaran utama dalam bisnis. Setiap organisasi atau perusahaan yang banyak berurusan dengan publik menyadari pergeseran paradigma yang mengharuskan mereka untuk mampu berkomunikasi dengan konsumen dalam jaringan setiap saat.
Menggunakan media sosial untuk bisnis memang susah-susah gampang. Bagaimana memulainya?
Dekatilah Konsumen dan Dengarkanlah
Konsumen pada jaman ini senang membaca dan mendengar pendapat dari konsumen lain atau rekan-rekannya tentang produk dan jasa yang ditawarkan. Jangan memutus pembicaraan yang terjadi di media sosial dengan pendapat searah dari perusahaan. Biarkanlah pembicaraan berkembang secara alami karena perusahaan Anda harus mampu menghargai dan mempercayai setiap pendapat, kritik dan saran yang sengaja dilontarkan agar didengar oleh Anda. Karena umumnya pendapat-pendapat itu adalah suara hati konsumen yang sebenarnya.
Reaksi yang Bijaksana
Kekecewaan konsumen yang dilontarkan lewat media sosial dapat memancing emosi, namun jika reaksi Anda tidak bijaksana maka tindakan Anda dapat menjadi boomerang yang akan menghancurkan reputasi perusahaan dan pada gilirannya menurunkan penjualan.
Pilih Orang yang Tepat
Komunikasi di media sosial tidak boleh terputus dan harus mampu menjawab setiap lontaran pertanyaan. Pilihlah dan tugaskanlah orang yang juga menyukai media sosial dan senang berkomunikasi dengan konsumen. Orang ini pun harus memahami setiap informasi yang berkaitan dengan produk dan jasa peusahaan Anda.
Pilih Media Sosial yang Tepat
Menggunakan media sosial hampir tanpa biaya kecuali ‘waktu yang digunakan’ untuk menata dan mengelola komunikasi sehingga seringkali kita terbawa dan masuk ke dalam setiap media sosial yang ada. Pilihlah media sosial dimana target pasar Anda berada, Anda tidak perlu mengikuti semuanya. Konsumen Anda adalah sekutu Anda, hargailah setiap percakapan yang Anda bina dengan konsumen Anda.
Referensi:
http://moblogsmoproblems.blogspot.com/2007/10/dell-social-media-rags-to-riches-story.html