Arsitektur Informasi: Perpanjangan Desain Web
Seorang desainer web selayaknya memahami teknik teknik arsitektur informasi karena arsitektur informasi adalah perpanjangan dari desain web. Seorang desainer web yang mengerti arsitektur informasi dan mengaplikasikannya ke dalam konsep desain web yang dikembangkannya akan menghasilkan situs web yang tidak saja enak dilihat tapi juga teratur rapih, konsisten dan mudah dinavigasi.
Teknik-teknik arsitektur informasi yang berkaitan dengan pengembangan desain situs web adalah navigasi, tata letak dan kode.
Navigasi
Pengelompokan halaman ke dalam satu kategori tertentu tidak dapat diseragamkan dan diaplikasikan di setiap situs. Dua situs yang berbeda namun berisi informasi yang sama pun belum tentu memiliki pengelompokkan kategori yang sama jika masing-masing situs memiliki target pengguna yang berbeda,
Sebelum melakukan pengelompokkan berdasarkan kategori, pastikanlah dulu informasi apa saja yang akan ditampilkan di dalam situs. Tahap berikutnya adalah menentukan siapa yang akan Anda sasar sebagai pengguna situs Anda. Anda harus mampu memahami pola pikir pengguna situs yang menjadi target Anda agar dapat mengelompokkan informasi yang akan Anda sajikan. Jika Anda tidak dapat membayangkannya ada baiknya Anda mengadakan diskusi kelompok dan meminta mereka mengelompokkan jenis-jenis informasi tersebut.
Berdasarkan masukan mereka Anda akan lebih mudah menyusun skema klasifikasi yang hirarkis. Dalam arsitektur informasi ini disebut taksonomi. Taksonomi inilah yang akan mengarahkan desiner web menyusun navigasi dan peta situs.
Tata Letak
Tata letak atau layout adalah salah satu aspek penting dalam desain situs. Banyak pakar desainer situs yang menempatkan tata letak sebagai prioritas utama dalam mengembangkan situs. Hal ini tidak dapat lagi diterapkan jika Anda harus mendesain situs yang multi nasional dengan berbagai target pengguna yang berbeda. Seorang desainer web tidak bisa hanya mengembangkan tata letak halaman. Diperlukan satu wireframe yang terpadu.
Wireframe menjelaskan lokasi konten, foto/gambar, navigasi dan fungsi-fungsi yang dibutuhkan di dalam situs. Fokusnya tidak lagi desain visual tetapi hubungan antara informasi, konten dan kelompok konten. Wireframe yang jelas akan memudahkan desainer web merancang tata letak setiap halaman dengan konsisten.
Kode
Seorang desainer web yang mengerti standar HTML dan CSS akan menyadari pentingnya HTML yang terstruktur secara semantik dan hirarkis. Misalnya penyusunan konten yang masuk akal dibaca dari atas ke bawah dengan definisi h1, h2, h3 dan seterusnya yang teratur.