Arsitektur Informasi dan Media Sosial
Tantangan paling besar yang dihadapi oleh komunitas sosial dalam jaringan adalah bagaimana mengajak orang lain untuk berpartisipasi. Partisipasi menuntut keseimbangan antara menyediakan konten dan menggunakan/memanfaatkan konten. Sebuah keseimbangan timbal balik yang tidak mudah diciptakan begitu saja karena manusia pada dasarnya lebih suka memantau dan belajar dari pantauan tanpa harus berpartisipasi. Padahal proses penyediaan konten yang relevan dan bermanfaat bagi pengguna memakan waktu dan kerja keras. Jika jumlah orang yang menggunakan informasi lebih banyak dari jumlah orang yang memproduksi informasi berarti komunitas sosial dalam jaringan menjadi gagal.
Informasi dapat disusun dengan lebih dari satu cara. Jika kita ingin menyentuh media sosial sebagai salah satu jalur komunikasi informasi disamping situs maka yang paling penting adalah bagaimana kita menentukan jenis informasi apa yang harus disajikan, bagaimana bentuk penyajiannya sebelum kita menyusunnya dalam satu struktur arsitektur informasi yang terpadu sejalan dengan konsep pengembangan situs.
Media sosial menuntut bentuk komunikasi yang tidak terputus. Informasi terkini yang berkesinambungan, saran yang terumpan balik, dan pertanyaan-pertanyaan yang dijawab menjadi ujung tombak terciptanya hubungan antara konsumen dan perusahaan atau organisasi.